Tentang Crows Zero Bagian 1: Beberapa Catatan Random

Oke. Ketika kalian membaca judul di atas (kalau ada yang sudi baca tulisan ini sih), mungkin kalian bakalan semacam mikir: APA?? CROWS ZERO?? HELLOOOO?? ITU UDAH FILM ZAMAN KAPAN, ZAMAN NENEK MOYANG KALIIII???



Oke. Itu film memang rilis di Jepang bulan Oktober tahun 2007, berarti zaman-zamannya aku masih unyu-unyu pakai seragam putih abu-abu. Jujur. Aku bukan fans fanatik film-film Jepang ataupun orang yang update film-film baru (nonton film aja di laptop, hasil jarahan dari teman-teman). Jadi mohon dimaklumi aja kalau aku heboh CZ (baca: Crows Zero) baru sekarang-sekarang ini alias “TELAT BANGET KE MANA AJA SIH LOEEE???”
Asal mula aku mendapatkan film ini adalah ketika aku menyambangi seorang teman kampus. Awalnya sih cuma mau minta film Detroit Metal City live action, secara aku gagal donlot sendiri (cuma dapat subtitlenya) padahal aku penasaran banget kayak apa jadinya Kenichi (yang sangat super duper keren meranin L di Death Note) meranin Negishi yang lugu polos rada letoy dan bego plus punya potongan rambut kayak jamur (oke, ini lagi-lagi telat banget karena DMC juga film jadul).
Berhubung temanku sangat baik hati, dikasihlah aku itu laptop dan aku berhasil menjarah beberapa anime dan film dari laptopnya, termasuk CZ. Aku tertarik sama film itu gegara ingat pas zaman PPL (praktik ngajar jadi bu guru bu guru-an di sekolah beneran) ada salah satu siswaku (cowok), aku lupa kelas 3, 4 atau 5, yang nyebut-nyebut soal CZ. Jadi waktu jam istirahat itu aku lagi online dengan memanfaatkan wifi sekolah yang alkhamdulillah full nyala selama tiga bulan. Mendadak lah bocah itu muncul dan ribut-ribut bilang:
“Bu, Bu, buka Youtube dong, liat video Crows Zero”
Entah kupingku yang bermasalah atau emang pengucapan dia yang nggak jelas (secara masih SD), aku nggak ngerti maksud dia itu apa. Akhirnya aku cuma yang “ah-oh-apa-apa” doang sambil donlot-donlot video S4 (zaman itu masih zaman suka S4). Bocah itu masih aja heboh cerita sendiri soal CZ, katanya:
“Keren loh, Bu, ini aku punya videonya di hape.”
Aku (mbatin) : lah, kalau udah punya ngapain minta liat di Youtube segala -___-
Akhirnya bocah itu ngambil hape di sakunya dan nunjukin itu video. Kalau nggak salah sih itu scene pas Genji nglawan para yakuza pimpinannya Ken di CZ 1, soalnya aku ingat siswaku waktu itu heboh bilang: “tuh, tuh, Bu, dia maju sendirian dikeroyok orang banyak tapi nanti dia menang.” Aku cuma cengo aja ngeliat tontonan siswaku yang isinya tonjok-tonjokan berantem berdarah-darah gitu.
Maka aku pun akhirnya nonton film itu dengan mata kepalaku sendiri.
Entah karena apa, aku tersepona dengan Oguri Shun. Padahal aku udah pernah liat dramanya dia (yang pada akhirnya nggak kutonton sampai episode terakhir) dan nggak punya feel sama sekali sama dia di drama itu. Mungkin ini karena karakter Takiya Genji yang badboy abis dan malah cool gimana gitu. Mungkin karena akting dia emang keren. Mungkin karena dia nggak ganteng tapi berkharisma. Mungkin karena model rambutnya yang keren (di drama yang kutonton rambut dia pendek terus agak ikal). Mungkin karena jalan ceritanya yang keren. Entahlah. Aku bukan pengamat film dan ini bukan tentang review film.
nih dia di drama itu, bandingkan aja sama Genji
manly abiiis doong~~ (walaupun di dunia nyata gak suka cowok perokok)

Pasti sudah banyak tulisan tentang review ataupun sinopsis film CZ (tinggal ketik aja keywordnya di Google). jadi aku juga nggak akan membahas soal itu. Bagiku ceritanya memang cukup menarik dan bikin penasaran. Ada kejutan-kejutan yang memang mengejutkan, terutama bagian Ken ternyata nggak mati di film pertama. Padahal aku sudah bersedih-sedih ria gegara dugaan salah itu (habisnya scene Ken ditembak bosnya ditaruh di awal film sih). Entahlah ini film intinya tentang persahabatan, kesetiaan, kepemimpinan atau tentang sekelompok cowok-cowok SMA yang kelebihan hormon dan perlu disalurkan dalam bentuk tawuran dan tonjok-tonjokan. Latar belakang semua siswa Suzuran ataupun Hausen pun nggak diceritakan, kecuali Genji yang anak bos mafia dan berambisi menguasai Suzuran untuk ajang pembuktian diri pada ayahnya itu.
Aku cukup terhibur dengan beberapa scene random di film ini, baik film pertama maupun film kedua. Terserahlah mau disebut itu random, absurd, atau lucu. Bagiku sama aja. Dibanding film pertama, aku lebih suka scene-scene random di film kedua yang itu bagiku semacam “apa-sih-ini-ya-ampun” (dan kemudian aku jadi setengah mau cengo setengah mau ngakak).
Oke. Biar kuceritakan satu per satu tentang hal-hal yang menarik bagiku dari film ini (baik itu karena lucu, karena aku nggak ngerti atau karena yang lain-lain).
Crows Zero 1
Scene-scene di film pertama ini lebih ke lucu sih daripada random. Scene pas Ken dengan gagahnya nyambangin Suzuran buat nyari Serizawa adalah hal lucu pertama karena dia malah disuruh beli kopi dan balik-balik pasukannya udah K.O. semua diabisin sama Genji. Sebagai yakuza gagal, Ken malah akhirnya berteman sama Genji. Aku nggak  ngerti kenapa dia suka banget sama Genji. Mungkin karena dulu dia D.O. dari Suzuran, jadi dia menganggap Genji semacam bisa mewujudkan mimpi-mimpinya yang nggak tercapai. Aslinya sih si Ken ini emang kelewat baik hati buat jadi yakuza.
Serizawa menghinakan dirinya sendiri waktu dia entah dengan alasan apa sok-sok mbawa motornya Tokio (sembarangan nyuruh Tokio jalan kaki) dan ngrusak itu motor sampai nggak berbentuk setelah dikejar-kejar polisi. Pokoknya nggak elit banget deh kemunculan pertama Serizawa di depan Genji (nabrakin motor ke pagar sekolah dan dia sendiri jatuh tersungkur dengan dramatisnya di depan Genji yang baru aja membantai preman-preman Yakuza). Aslinya dia ini emang konyol walaupun di luarnya kelihatan garang dan sangar abis gitu. Meskipun bodinya ‘kecil’, tapi kalau dia diem aja jadinya sangar. Lain lagi kalau udah mulai main game, apapun, dia jadi konyol abis (masa main lempar bowling manusia. hadeuh).

motor yang malang

Tokoh yang cukup bikin ngakak banyak adalah si Makise yang groginya setengah mati kalau udah urusan cewek. Ujung-ujungnya pasti dia membongkar rahasianya sendiri tentang skenario “membuat cewek terkesan” yang udah disusun rapi (aku kasian sama Chuta yang kepalanya ditusuk garpu sama Rika gegara dia pura-pura jadi orang asing yang mau godain cewek yang lagi sama Makise). Kalau dipikir-pikir Chuta ini biasanya paling sial, tapi dia setia banget sama Genji dan kesannya memuja-muja Genji gitu (manggilnya aja Gen-san).

poor chuta ><

Ada beberapa hal yang nggak aku ngerti dari film pertama ini. Yang pertama adalah kemunculan Rika yang kesannya GANJEN BANGET SIH SAMA GENJI. Aku nggak tahu di manga aslinya dia itu sebenarnya siapa atau bagaimana perannya pada kehidupan Genji. Tapi rasanya aneh aja ngeliat dia yang munculnya paling-paling nanya-nanya gitu ke Genji terus ya udah. Untunglah ini bukan film romance, jadi Genji nggak ada tuh ceritanya jatuh cinta terus jadi menye-menye gegara cewek (awalnya sempat mikir alurnya gitu).
Hal yang aku nggak ngerti lainnya adalah kemunculan Bando di hari pertarungan GPS sama pasukannya Serizawa. Iya sih mungkin dia dendam sama Tokaji gegara difitnah udah nyulik Rika, tapi dia kan juga sempat nyuruh Genji potong telinga segala dan bilang kalau urusan mereka belum selesai. Kemunculan geng motornya dia di sini dan mbantu GPS yang udah di ambang kehancuran jadi bikin GPS terkesan “menang karena beruntung ditolong gengnya Bando.”
Hal yang paling mengharukan adalah ketika Tokio minta jalan sendiri ke ruang operasi. Aku sempat su’udzon dengan menyangka dia mau kabur ikut tawuran nglawan GPS (udah sempat teriak-teriak “TOKIO NO BAKA”), tapi ternyata itu hanya dugaanku semata. Kemudian tepat setelah Serizawa tumbang oleh Genji, dia hampir menangis terharu mendengar operasi Tokio sukses (orang tuanya Tokio di mana coba, yang dikabarin rumah sakit malah Serizawa).

epik banget nih ekspresinya serizawa

Udah sih segitu aja tentang CZ 1.

Crows Zero 2
Oke. Hal yang menggelikan di film ini adalah pasukan Hausen yang semuanya botak kecuali para dedengkotnya. Menjadikan mereka terlihat semacam tuyul-tuyul raksasa yang ekspresinya alay banget pas mau berantem.
Tokoh baru yang langsung mencuri perhatianku tentu saja Bitou Tatsuya (ganteng sih. Hohoho~). Pertama kali liat dia aku langsung yakin aku udah pernah liat dia sebelumnya (yaelah). Ternyata dia Miura Haruma, yang jadi tokoh utama di film Kaizora. Tapi aku lebih terkesan sama karakter Ryo yang misteius abis itu.
pindah ke Hausen, pacarin Tatsuya

ryo kun, sini aku payungin ><

Di awal-awal film, aku malah sempat ilfil sama Genji gegara dia main tonjok aja sama anak Hausen, padahal dia nggak ngerti apa-apa dan yang ada urusan sama mereka itu gengnya Serizawa. Aku langsung yang semacam “ih-apaan-sih-Genji-sembarangan-banget.” Kalau menurut istilah bahasa Jawa, dia itu petantang petenteng gitu deh. Sok keren. Sok hebat. Nggak mikir akibatnya. Nggak tahu kalau dia udah ngrusak ‘perjanjian damai’ Suzuran dan Hausen. Asli. Genji perlu ikut pelatihan kepemimpinan.
Hal random pertama bagiku adalah iket kepalanya Tokio. Itu tuh semacam dasi, tali atau apa sih? Mendingan pakai slayer aja kayak Kaka Slank gitu deh. Dan ngomong-ngomong soal fashion, aku nggak suka banget sama kacamata itemnya Izaki. Udah dia lebih sangar kalau nggak pakai kacamata. Pas dipakai malah dia kayak semacam mau jalan-jalan ke mall gitu, bukannya mau berantem. Plis Izaki, plis, lepas kacamata ituuuu !!
Hal random kedua adalah scene berantem di dalam sekolah Hausen, waktu Narumi lagi makan di dalam kelas. IYA DIA MAKAN DI TENGAH PEPERANGAN SODARA. Oke lah, mungkin Narumi lagi lapar dan berniat untuk mengisi tenaganya lagi. Tapi adegan itu bener-bener yang miapah banget gitu karena tampang dia nggak  berdosa sama sekali pas kepergok lagi makan *koprol*
bang, bagi dong nasi kepalnya :3

Hal random berikutnya adalah tentang “lem super dari Mikami brothers” yang dikasih buat Tokio. Aku, lagi-lagi tertipu oleh Tokio. Waktu dia kena hajar di bagian kepala beberapa kali, aku sempat nahan napas, berpikir dia bakal mati. Betapa menyedihkan. Aku benar-benar hampir aja terharu, tapi yah, entahlah kekuatan macam apa yang terkandung di dalam lem super dari Mikami brothers itu. Ketika Tokio mengeluarkan lem itu dan membukanya, tiba-tiba aja dia bangkit dan berantem lagi dan kemudian dia menang sodara-sodara *nyalain kembang api*
tolong beritahu saya lem apa ini sodara sodara

Dan terakhir, nggak tahu kenapa, tapi menurutku adegan di atap waktu Narumi nglempar botol air mineral ke Genji itu rasanya lebay banget. Belum lagi cara minumnya Genji yang diekspos sedemikian rupa (perhatikan deh itu botol keliatan dikit mereknya, walaupun aku nggak tau itu merek beneran ada beneran nggak di Jepang). Bagi yang pernah nonton drama “King of Drama,” mungkin kalian akan berpikiran sama denganku. Apakah air mineral itu adalah salah satu sponsor besar CZ yang menuntut agar produknya ditampilkan di dalam film? Entahlah.


Hal paling kuat yang kutangkap dari film ini adalah tentang persahabatan. Ken yang melindungi Genji. Genji yang melindungi teman-temannya walaupun sempat membahayakan mereka juga. Pokoknya sama rasa sama rasa. Siapa yang kena masalah, dia harus dibantu. Walaupun Genji yang cari gara-gara sama Hausen, dia harus dibantu. Dan sekalipun adegan berantemnya cukup parah sampai berdarah-darah dan bonyok-bonyok (kadang aku sampai tutup mata), tapi nggak ada tokoh yang mati, nggak ada senjata tajam dalam perkelahian yang fair (itu semacam terlarang banget).
Pada akhirnya, sebagus apapun film ini, aku tetap nggak setuju kalau anak-anak kecil macam siswaku yang masih SD itu nonton film beginian. Zaman sekarang mungkin anak SD emang udah canggih-canggih otaknya, secanggih hape mereka yang lebih canggih dari hapeku. Tapi tetap aja perkembangan emosional dan taraf berpikir mereka mungkin belum nyampe untuk bisa memfilter mana yang boleh ditiru dan mana yang nggak boleh ditiru (ya ampun keren amat dah bahasaku, sampai nggak ngerti sendiri).
Kalau mereka menelan isi film itu mentah-mentah, bisa jadi yang muncul di pikiran mereka adalah hal-hal berikut ini:
·         Jadi cowok itu harus bisa berantem
·         Cowok macho itu harus ngrokok dan ikut geng-gengan
·         Berantem, tawuran, tonjok-tonjokan itu keren
·         Kalau ada teman berantem sama orang, terus mau balas dendam, pokoknya wajib ikut-ikutan
·         Dll
Nah, kalau sampai mereka berpikiran kayak gitu, terus gimana dong? Mengingat di negara ini aja sering ada kasus tawuran sampai ada korban jiwa juga. Kalau anak-anak SMA Indonesia yang gemar tawuran nonton film ini, bisa jadi mereka merasa semacam mendapatkan pembenaran atas aksi mereka “demi nama persahabatan.”
Teman gue dikeroyok. Gue harus balas dendam demi temen gue.
Kemudian teman-teman korban yang “dibalasdendami” itu juga berpikiran sama dan terbentuklah lingkaran setan yang tidak kunjung berakhir. Bahkan balas dendamnya pun kadang asal-asalan. Asal ada bocah pakai seragam sekolah lawan, sikat. Nggak peduli itu bocah pernah ikut tawuran nggak, pernah ikut nggebukin temennya atau nggak. Betapa mengenaskan.
Sampai aku selesai nonton kedua film ini, aku masih mikirin siapa siswaku yang nyebut-nyebut tentang Crows Zero itu dan apa yang dia pikirkan tentang isi film itu.
Hanya dia dan Tuhan yang tahu.
Aku bahkan nggak ingat siapa namanya.

Semarang, 8 Maret 2014: 20.55’

Comments

  1. mantab ulasannya.
    emang ni film khusus untuk dinikmati aja dari jalan cerita, kerennya koreo fightingnya sampe akting2 para pemainnya yang luar biasa anime banget (mang aslinya dari Manga).
    kalo dipikirkan mendalam ya pasti makin konyol n ndak masuk akal. ni sekolah macam apa n kapan pelajarannya. kok kerjaannya berantem mulu (bahkan di CZ guru yang berusahan melerai perkelahian murid malah di hajar juga hahaha)
    dan yang paling keren adalah dalam setiap pertarungan dengan tangan kosong dan kalo musuh dah jatuh dah ga bisa ngelawan ya selesai (bukannya trus di hajar lagi). itu baru sportif n cowok banget.
    sekian terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah makasih... iya nih dulu habis nonton filmnya baru tau kalau itu dari manga... hehehe. pantesan kaya gitu ceritanya.

      terimakasih sudah membaca ^^

      Delete
  2. Gila ini review th berapa wkkwk... gw mau cerita nih sebelum gw mampir ke sini awalnya gara2 ada review di youtube soal ini film... (wadow 2022 masih ada yg review ini film yg emg legend bgt)

    ntah kenapa gw tiba2 inget lem super dari Mikami Brothers ,, trs jd penasaran apa fungsi lem itu.. apakah dpake buat ngelem kepala Tokio atau aroma nya bikin orang jd sehat atau gmn wkwkw

    nah gw liat di sini sempet dibahas jd lah gw komen nih kira2 writer udh nemu belum alasanya... wkwkwk

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts